1. Deposito
Deposito Berjangka
Produk ini mewajibkan pemilik dana menyimpan sejumlah dana untuk jangka waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan dengan janji bunga yang lebih tinggi dari produk tabungan. Namun, pemilik dana tidak dapat menarik dananya sewaktu-waktu seperti tabungan karena harus menunggu hingga deposito tersebut jatuh tempo. Jika terpaksa mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, pemilik dana dikenakan penalti.
Sertifikat Deposito
Sertifikat Deposito (SD) adalah surat berharga yang diperoleh setelah menyimpan sejumlah dana. Bunganya lebih tinggi dibandingkan dengan produk deposito berjangka dan bisa dijual kepada orang lain walaupun pencairan belum jatuh tempo.
2. Reksa Dana (RD)
Dengan berinvestasi di RD, uang Anda akan dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan di dalam pasar modal dan atau pasar uang. Ada beberapa RD yang bisa Anda pilih, mulai dari RD Saham, RD Campuran, RD Pendapatan Tetap, dan RD Pasar Uang
3. “Insurance Link”
Produk ini menggabungkan antara asuransi jiwa dan produk investasi. Jadi, dengan berinvestasi dalam insurance link, berarti selain berinvestasi, Anda juga mendapatkan asuransi jiwa.
4. Tanah
Pada umumnya, nilai tanah setiap tahun akan meningkat, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah, sedangkan luas tanah tetap. Selain pertumbuhan penduduk, lokasi juga mempengaruhi harga tanah. Kalau Anda ingin berinvestasi dalam tanah, perhitungkan dan lihat sendiri lokasi tanah tersebut.
5. Emas
Perhiasan
Jika Anda membeli perhiasan emas, berarti Anda membayar harga emas tersebut ditambah ongkos pembuatannya. Tetapi, ketika Anda menjualnya, biasanya Anda akan menerima harga emasnya saja, sedangkan ongkos pembuatannya menjadi biaya bagi Anda
Batangan
Jika Anda membeli emas batangan, Anda membayar untuk harga emasnya saja. Begitu pula ketika Anda akan menjualnya. Emas batangan adalah produk investasi emas yang paling menguntungkan.
Sumber: Kompas