Javaneagle’s Weblog

Just sharing

Arsip untuk ‘Inspiration’ Kategori

Buku harian Ayah

Ditulis oleh javaneagle di/pada Maret 21, 2009

Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit.Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal – hal kecil dalam rumah tangga.

Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ayah mendengarkan segala keluhan saya dan setelah itu, beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku-buku tersebut telah disimpan selama puluhan tahun.

Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.Semuanya merupakan catatan hal-hal sepele, “Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya.”"Anak – anak terlalu berisik, untung ada dia.”Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenaiberbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak-anak dan terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah “Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu.”Ayah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.

“Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya,tidak mungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan.Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran.Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara-gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel.
Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis, kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih sajaterus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu.
“Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah,”Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?”Ayah hanya tertawa dan berkata, “Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadangkala di malam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan,dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha.
“Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba-tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :”Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain.

“”Try not to become a man of success,but try to become a man of value….”
Source: milis

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Cacat

Ditulis oleh javaneagle di/pada Februari 7, 2009

Manusia itu diukur dari hatinya dan dilihat dari perbuatannya, bukan dari fisiknya. Don’t judge the book from its cover.

Dari Milis:

From : Lienda. S 

Menu hari ini masih seputar Human Being, Memanusiakan manusia… menggugah kepekaan kita terhadap sesama..

semoga bermanfaat…


Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menarik bagi anak-anak kecil, “dijual anak anjing”. Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya “Berapa harga anak anjing yang anda jual itu?”

Pemilik toko itu menjawab, “Harganya berkisar antara 30 – 50 Dollar.”

Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, “Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , | Leave a Comment »

Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB

Ditulis oleh javaneagle di/pada Februari 6, 2009

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki. Seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Seveern yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration, environment | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Satujuta satu

Ditulis oleh javaneagle di/pada Februari 4, 2009

Tidak sengaja, beberapa hari yang lalu, di belakang sebuah mobil pick-up (yang agak) bobrok, tertempel sebuah tulisan (stiker) yang saya rasa sangat menggelitik. Tulisannya begini:

Satu Juta Kawan Kurang

Satu Musuh Terlalu Banyak

Betapa benarnya tulisan tersebut, dan kenyataan saat ini, betapa mudahnya kita (saya) untuk membuat musuh dan betapa susahnya kita (saya) menjalin persahabatan, untuk mengerti orang lain, untuk sekedar tersenyum, menyapa orang lain. Betapa kita (saya) dengan mudahnya menghakimi orang lain, dengan mudahnya melihat kesalahan orang lain, bukannya melihat benar dan kelebihan orang itu. Seperti kata pepatah, gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman diseberang lautan nampak.

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , | Leave a Comment »

Membeli kebahagiaan

Ditulis oleh javaneagle di/pada Januari 18, 2009

Dari sebuah milis:

Seperti biasa Jhon, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Jhon sambil mencium anaknya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: | Leave a Comment »

Perbedaan Persepsi

Ditulis oleh javaneagle di/pada Januari 18, 2009

Dari sebuah milis:

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua     : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , | Leave a Comment »

7%

Ditulis oleh javaneagle di/pada Januari 17, 2009

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: | Leave a Comment »

Tukang bakso dan Rejeki dari Allah

Ditulis oleh javaneagle di/pada Januari 17, 2009

Sbg bahan renungan kita bersama untuk sll mensyukuri rejeki dari Allah swt.semoga bermanfaat. Cerita dari seorang teman .. walauhu alam ..

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus Tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?

“Mauuuuuuuuu. .”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …

Adasatu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu pisahkan ? Barangkali ada tujuan ? Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita cita penyempurnaan iman seorang muslim “.

“Maksudnya.. .?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kanagama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat,  dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari untuk keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran  sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya tapi kanibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu..? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kpd Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rizky. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat ..?

Menurur saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok .

“Masya Allah…, sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.

Sahabat….
Cerita ini sangat sederhana. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amin…….. ……… ……… ……… ..

Dalam hadits Qudsi

“Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku” HR Bukhari Muslim

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Jangan jadi Gelas

Ditulis oleh javaneagle di/pada September 20, 2008

Dari milis:

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? “sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.

Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Inspiration | Bertanda: , | Leave a Comment »