Gumoh dan Muntah pada Bayi
Ditulis oleh javaneagle di/pada Januari 24, 2009
Mempunyai anak kedua ternyata juga mempunyai dua jenis persoalan yang berbeda dalam membesarkannya. Umur 1 bulan anak kedua saat ini, mempunyai masalah yang berbeda dengan anak pertama. Yang kedua ini, walau kalau sudah tidur, tidak mudah bangun (teblek, kalau orang jawa bilang), tetapi ada masalah di perut/pencernaan, sering buang angin dan gumoh, kadang muntah. Lucunya, kalau mau buang angin, sering “marah-marah”. Kawatir juga kami sebagai orangtua. Banyak masukan dari orangtua, tetapi kami rasa banyak yang hanya mitos, seperti kualitas ASI yang dituding sebagai biangkerok karena makanan yang dimakan orangtua tidak benar, kemudian bayi yang tidak digurita, dll. Sebagai orangtua “modern” tentu kami tidak langsung mempercayai begitu saja semua sarang dari orangtua, walau sebagai anak yang berbakti, kami jalankan saran-saran yang masih masuk akal. Dikesempatan lain akan saya coba posting masalah mitos-mitos itu. Jadi kemudian kami mencari informasi dari buku-buku dan internet, juga dari dokter.
Inilah hasil yang kami dapatkan:
Beberapa blog yang kami rujuk masalah gumoh dan muntah:
bayisehat, momsnbabies, kuliahbidan.
Point penting yang bisa kami ambil adalah:
- 80% bayi umur 1-4 bulan biasa mengalami muntah/gumoh. Dapat diatasi dengan digendong tegak di pundak, memudahkan bayi tersebut antop, jadi ASI mudah masuk ke usus). Makin besar bayi, kemungkinan muntah akan semakin kecil.
- BAB pada bayi seharusnya mudah, apalagi untuk ASI Eksklusif. Bisa saja karena makanan ibu yang kemudian menghasilkan ASI, tetapi paling sering terjadi karena kurang sering menyusui, apalagi kalau tadinya BAB baik (bukan bawaan lahir).
- Ada bayi-bayi yang sering/banyak kentuk/cegukan, hal ini disebabkan saraf-saraf usus yang masih berkembang. Laju ‘pasasi’ ASI dalam usus agak lambat padahal menghisap ASI nya kuat/cepat, jadi dia perlu gumoh/antop. Antop juga perlu karena waktu menyusui sering disertai dengan masuknya udara, maka bayi perlu antop dan atau kentut.
- Menyusu yang disertai berhenti-berhenti, kemungkinan disebabkan perut bagian atas yang sudah penuh (belum bisa turun), jadi dikira sudah kenyang. Coba di tawarkan lagi saja atau menyusu lebih sering. Kalau tidur lebih dari 3 jam, mungkin bisa dicoba membangunkannya.
- Muntah tidak perlu dikawatirkan, apabila BB 1bln sudah 0,5kg dari berat lahir dan ngompol >/= 6x perhari, itu artinya sudah OK (pertumbuhan dan perkembangan bayi normal dan ASI cukup)
Tambahan informasi mengenai cara membuat bayi antop/sendawa (dari buku 40 hari pasca persalinan – masalah dan solusinya, karangan Bonny Danuatmaja dan Mila Meiliasari, terbitan Puspa Swara, halaman 43):
Ada 3 cara umum menyendawakan bayi:
- Gendong bayi dengan kuat di pundak anda, wajah bayi menghadap ke belakang, beri dukungan dengan satu tangan pada bokongnya. Tepuk atau usap punggungnya dengan tangan lain.
- Telungkupkan bayi di pangkuan anda, lambungnya berada di salah satu kaki, kepalanya menyandar di salah satu kaki lainnya. Satu tangan anda memegangi tubuhnya dengan kuat, satu tangan lain menepuk atau mengusap punggungnya sampai ia bersendawa.
- Dudukkan bayi di pangkuan anda, kepalanya menyandar ke depan, dadanya di tahan dengan satu tangan anda. Pastikan kepalanya tidak mendangak ke belakang. Tepuk atau gosok punggungnya.
anggie berkata
terima kasih untuk informasinya